JAKARTA - Karier militer Benny Moerdani memang moncer hingga mampu mencapai posisi Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Panglima ABRI) di zaman Orde Baru.
Hubungan Benny Moerdani dengan Soeharto yang saat itu menjabat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia sangat erat imbas dari keberhasilan Benny dalam menata ulang sistem intelijen di Indonesia.
Kepada Marsekal Muda Purnawirawan Teddy Rusdy, dikutip dari buku Benny Moerdani yang Belum Terungkap Benny mengatakan, setidaknya ia meminta 10 tahun kepada Presiden Soeharto untuk menata ulang sistem intelijen.
Seiring waktu memikul peran tersebut, sederet jabatan penting intelijen digenggam Benny. Setidaknya Benny memegang enam jabatan intelijen sekaligus. Benny jadi Wakil Kepala Badan Koordinasi Intelijen (Bakin), Asisten Intelijen Departemen Pertahanan dan Keamanan (Asintel Hankam), Asisten Intelijen Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Asintel Kopkamtib), Kepala Pusat Intelijen Strategis, Kepala Pusat Screening Pusat dan Kepala Satuan Tugas Intel Kopkamtib.