Kapal ini mampu melaju dengan kecepatan maksimal 28 knot pada kondisi full load serta endurance lima hari. Kapal ini memiliki jarak jelajah 2.400 Nm pada kecepatan 20 knot.
Pembangunan kapal KCR kelima yang rencananya diberi nama KRI Kapak ini tak hanya meliputi pembangunan platform. Tetapi juga termasuk pada instalasi sistem sensor dan senjata.
Setelah diluncurkan, KCR 60 Meter kelima ini selanjutnya akan menjalani berbagai serangkaian proses pengujian dari para ahli dan teknisi, sebelum diserahterimakan kepada TNI AL sebagai pengguna.
Sebelumnya PT PAL Indonesia (Persero) telah membangun empat unit platform KCR 60 Meter, yaitu KRI Sampari-628, KRI Tombak-629, KRI Halasan-630, dan KRI Kerambit-627.
(Angkasa Yudhistira)