MOJOKERTO – Novia Widyasari Rahayu meninggal dunia usai menenggak cairan beracun. Lima hari pasca-meninggalnya Novia, makam korban di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ambles karena diguyur hujan dan kayu penutup jenazah yang kurang kuat.
Amlesnya makam ini disebabkan guyuran hujan deras sejak beberapa hari terakhir di Kabupaten Mojokerto dan kondisi kayu penutup jenazah yang kurang kuat. Sugito, petugas penjaga makam membenahi makam dan mengembalikkan kondisi makam seperti semula.
Sugito mengatakan, setelah dua hari kematiannya, makam Novia banyak didatangi peziarah terutama teman kuliah korban dari Surabaya dan Sidoarjo.
Baca juga: Miris! Novia Widyasari Pernah Alami Pelecehan Seksual di Kampus Sebelum Bunuh Diri
Sementara itu petugas medis Puskesmas Sooko, Anang Hermawan yang ikut saat visum luar jenazah mengatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Hanya ditemukan bau mulut yang menyengat diduga cairan racun. Selain itu juga ditemukan kuku korban yang membiru dampak racun yang diminum korban,” ujar Anang.
Kasus kematian Novia menjadi sorotan publik. Ia meninggal dunia dengan menenggak racun di samping makam ayahnya di Mojokerto, Jawa Timur lantaran dipicu kisah asmara.
Sebelum bunuh diri, Novia dipaksa untuk menggugurkan janinnya dua kali, oleh kekasihnya yaitu Bripda Randy yang saat itu betugas di Polres Pasuruan.
Bripda Randy kini ditahan lantaran diduga melanggar sanksi hukuman etik dan pidana. Dia juga terancam diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dari satuan kepolisian.
(Qur'anul Hidayat)