Strategi Sukses Belanda Bangun Perlindungan Diri Terhadap Banjir

Agregasi DW, Jurnalis
Kamis 09 Desember 2021 17:06 WIB
Foto: DW.
Share :

Tawaran ganti rugi dari pemerintah juga tidak banyak. Pemerintah bersedia membayar harga properti selayaknya di pasar, dan membangun gua-gua yang disebut "Terpen", untuk bisa membangun di kawasan yang letaknya lebih tinggi. Sedangkan lahan perternakan yang letaknya rendah akan dibiarkan tertutup air.

Langkah drastis untuk atasi kerugian nyawa dan harta

Ini keputusan yang berat, walaupun Belanda kenal dengan kekuatan air yang bisa mematikan. Tahun 1953 banjir dari Laut Utara menyebabkan tewasnya 1.800 orang. Di tahun 1990-an 200.000 orang harus mengungsi akibat banjir dari sungai Rhein dan Maas.

Keluarga Hooijmaijers harus memutuskan, apakah mereka menolak atau menerima tawaran pemerintah, yang akan memindahkan mereka ke daerah yang lebih tinggi.

"Awalnya kami merasa itu ancaman. Tapi kami memutuskan, untuk melihat ini sebagai kesempatan, dan untuk memodernisir peternakan kami yang sudah berusia 40 tahun," tutur Nol Hooijmaijers.

Mereka membuat rencana sendiri, dan setelah melewati perundingan alot, sebagian penduduk memutuskan untuk menerima tawaran. Yang lain menolak, dan beralih ke profesi lain.

"Kami harus banyak berbicara, untuk meyakinkan semua orang, bahwa ini bisa jadi situasi yang menguntungkan kedua belah pihak," kata Nol.

Proyek yang diberi nama Overdiepse Polder di kawasan itu adalah yang pertama dari 30 proyek perluasan area sekitar sungai di seluruh Belanda. Kerja sama baik antara penduduk dan pemerintah jadi panutan di banyak negara lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya