Sehingga membutuhkan waktu para tokoh menerimanya. Di era saat ini, dendam akan masa lalu hendaknya dihapuskan. ”Bagi generasi muda dan mendatang, yang perlu ditumbuhkan ada semangat persatuan dan kebangsaan,” ujar Ridwan Kamil.
Jurnalis senior Budhana Kartawijaya yang mengikuti proses diterimanya nama Jalan Majapahit dan Hayam Wuruk mengukapkan alotnya pembahasan terkait hal tersebut. ”Beberapa tokoh memang keberatan. Namun akhirnya bisa menerima,” ujarnya.
Dan seiring dengan perlanan waktu, persoalan dendam masa lalu yang sebetulnya masih harus dibuktikan kejadiannya betul atau tidak, sudah mulai luntur. Tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti nama Mahapatih Gajah Mada bisa diterima sebagai nama jalan.
(Angkasa Yudhistira)