Kisah Hoegeng, Kapolri Legendaris yang Tak Ingin Jadi Polisi karena Kecewa

Fay Cilla, Jurnalis
Jum'at 10 Desember 2021 07:01 WIB
Hoegeng (Foto: Ist)
Share :

Setelah Hoegeng lulus dari Kursus Kepolisian, Hoegeng ditempatkan di kantor Jawatan Kepolisian Karesidenan Pekalongan. Dan pada saat itu telah dibuka lowongan pendidikan lanjutan di SPN Sukabumi. Bukan Hoegeng yang mendaftarkan diri ia didaftarkan oleh Wakli Kepala Kepolisian Karasidenan Pekalongan, Komisaris Polisi Kelas I Soemarto untuk mengikuti pendidikan tersebut. Hoegeng tidak mendaftar karena ia merasa tidak tertarik dengan pendidikan SPN tersebut.

Baca Juga: Nyamar Jadi Petugas Covid-19 untuk Gasak Harta Korban, Komplotan Penipu Ditangkap

Meskipun Hoegeng tidak sepenuh hati dalam menjalani tes tersebut, ternyata Hoegeng lulus. Hoegeng sebenarnya tidak ada cita-cita menjadi polisi karena ia merasa kecewa hanya menjadi lulusan Aglemeene Middel Bare School (AMS) atau setingkat SMA saat itu dan drop out Sekolah Tinggi Hukum di Batavia. Pangkat Hoegeng setelah mengikuti Kursus Kepolisian tergolong rendah, yaitu dua tingkat di bawah Inspektur Kepolisian Kelas II atau bintara.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya