JAKARTA - Sebanyak 390 kali gempa susulan terjadi pascagempa dengan kekuatan magnitudo (M)7,4 di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Jumlah tersebut merupakan pemutakhiran data BMKG per Rabu 15 Desember 2021 pukul 20.00 WIB.
Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menuturkan, gempa tersebut terjadi di Laut Flores. "Pascagempa M7,4 hingga hari Rabu, 15 Desember 2021 pukul 20.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan (aftershocks) sebanyak 390 kali di Laut Flores," kata Daryono di laman Twitter pribadinya, Rabu malam.
Baca Juga: Gempa Berkekuatan M2,5 Kembali Guncang NTT Malam Ini
Sedikitnya terjadi penambahan sembilan kali gempa susulan dalan rentang waktu satu jam. Di mana, dari pencatatan BMKG di pukul 19.00, terdapat 381 gempa susulan.
"Hingga hari Rabu, 15 Desember 2021 pukul 19.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 381 aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," tulis Daryono.
Diberitakan sebelumnya, Gempa bumi berkekuatan M7,5 mengguncang Barat Laut Larantuka, NTT. BMKG pun segera mengeluarkan peringatan dini Tsunami untuk wilayah Maluku, NTB, NTT, Sulsel dan Sultra.
Baca Juga: Pemerintah Bantu Pembangunan Kembali Rumah Warga Pasca-Gempa M7,4
Gempa dirasakan cukup kuat dan lama. Hal ini membuat warga yang sedang berada dalam gedung berhamburan keluar.
Namun, setelah lewat dua jam, peringatan dini Tsunami itu dicabut oleh BMKG. Warga pun kembali tenang. Kendati demikian, permukaan air laut di Flores mengalami kenaikan hingga 7 cm akibat gempa bumi itu.
(Arief Setyadi )