PRANCIS - Peretas (hacker) dilaporkan mencuri data pribadi seorang perawat di kota Nantes, Prancis, dan menggunakan data ini untuk membuat 54.000 paspor vaksin yang bisa digunakan. Pemerintah Prancis mengatakan telah mendeteksi 110.000 pemalsuan semacam itu hingga saat ini.
Kisah perawat itu dilaporkan oleh siturs berita Ouest-France pada Kamis (16/12). Situs berita mengklaim bahwa semua paspor palsu itu sudah beredar.
Sistem izin kesehatan Prancis bekerja mirip dengan pengaturan izin vaksin yang digunakan di seluruh Uni Eropa (UE). Sistem ini bekerja dengan memasangkan kunci publik yang terdapat dalam kode QR pada ponsel orang yang divaksinasi dengan kunci pribadi yang dipegang oleh rumah sakit, apotek, atau penyedia layanan kesehatan yang memvaksinasinya. Tempat yang memeriksa validitas pass Covid seseorang memindai kode dan menerima centang hijau jika cocok dengan kunci pribadi dan palang merah jika tidak.
Baca juga: Australia Luncurkan Paspor Vaksin Internasional, Berikut Kegunaannya
Satu kunci pribadi, seperti yang dipegang oleh perawat di Nantes, dapat digunakan untuk menghasilkan jumlah yang tidak terbatas dari izin kerja vaksin, membuat informasi ini sangat berharga bagi peretas dan penipu. Beberapa di antaranya kemudian menjual kartu palsu secara online.
Mencabut izin palsu memberi pihak berwenang masalah tambahan. Untuk membatalkan pass vaksin palsu, setiap pass yang dihasilkan dari private key yang sama harus dibatalkan, artinya pass baru harus dibuat untuk mereka yang benar-benar berhak mendapatkannya.