Gugus tugas mengatakan patroli mereka di luar Teluk Arab dimaksudkan untuk menghentikan organisasi kriminal dan teroris, serta kegiatan terlarang seperti pengiriman senjata dan narkotika.
“Upaya ini membantu memastikan pengiriman komersial yang sah transit di kawasan itu bebas dari ancaman non-negara,” bunyi pengumuman Angkatan Laut.
Baca juga: 3 Ton Heroin Disita di Pelabuhan, Total Nilai Capai Rp38 Triliun
Angkatan Laut mengatakan personel Amerika di atas USS Tempest dan USS Typhoon bekerja sebagai bagian dari satuan tugas internasional saat melakukan pendaratan verifikasi bendera.
Adapun CTF 150 adalah bagian dari Pasukan Maritim Gabungan 34 negara, yang bermarkas di Bahrain dengan Komando Pusat Angkatan Laut AS dan Armada Kelima AS. Pasukan tersebut beroperasi dengan berpatroli dan melakukan operasi kontra terorisme di laut.
(Susi Susanti)