Sejarah 3 Januari 1946: Yogyakarta Jadi Ibu Kota RI

Lutfia Dwi Kurniasih, Jurnalis
Senin 03 Januari 2022 06:30 WIB
Istana Yogyakarta. (Foto: yogyakarta.panduanwisata.com)
Share :

Akibat peristiwa itu Presiden Soekarno pun tidak luput dari gangguan Belanda, beberapa kali ia mendapat ancaman dan teror. Situasi Jakarta yang semakin memburuk dan tidak menentu akhrinya membuat Presiden Soekarno menggelar rapat terbatas pada 1 Januari 1946 malam di kediamannya, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta.

Hasil rapat terbatas itu membuahkan sebuah usulan bahwa pemerintah Indonesia sepakat untuk mengendalikan jalannya pemerintahan negara dari lingkup daerah. Saat itu Yogyakarta dipilih menjadi salah satu alternatif pilihan.

Pada saat bersamaan tepatnya pada 2 Januari 1946 Sultan Hamengku Buwono IX mengirimkan kurir ke Jakarta dan juga menyarankan agar ibukota Negara RI sementara dipindahkan ke Yogyakarta. Tawaran Sultan tentunya diterima oleh Soekarno.

Namun sebelumnya Presiden Soekarno menegaskan kembali kepada Sultan apakah Yogyakarta sanggup menerima pemerintahan RI. Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII menyanggupi permintaan Soekarno tersebut.

Tak butuh waktu lama, pada 3 Januari 1946, rombongan Soekarno-Hatta dan para menteri kabinet RI dengan menggunakan Kereta Api Luar Biasa (KLB) sekitar pukul 18.00 WIB secara diam-diam meninggalkan Jakarta menuju Yogyakarta sebagai kota tujuan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya