Warteg itu, kata Anies, adalah sebuah contoh bagaimana cita rasa itu terus dipertahankan, Bapak Rohaedy, sang pemilik Warteg Peong, yang menjelaskan semua ada pada pemilihan bahan masakan yang berkualitas, di mana sejak tahun 2009 hingga saat ini tidak ada yang berubah.
Karena itu, Anies tidak heran dalam sehari Pak Rohaedy bisa melayani hingga ratusan pelanggan di warungnya.
"Ini mungkin merupakan kunjungan kedua saya di Warteg Peong tetapi citarasa dari masakannya akan selalu dirindukan. Teman-teman punya warteg langganan? Ceritakan di kolom komentar, siapa tahu saya bisa mampir ke sana," tulis Anies dengan emoticon senyum.
(Angkasa Yudhistira)