Dulu, kata Sunarni, semua benda purbakala tersebut berada di luar ruangan. Letaknya berdekatan dengan arca Kala dan Lingga Yoni. Namun karena ada yang raib karena dicuri, semuanya lalu dipindah ke dalam ruangan Kekunaan Mleri, dan dikunci.
"Yang hilang miniatur candi. Yakni candi tapi kecil. Kejadiannya pada tahun 1998," ingat Sunarni/
Selain arca lingga yoni, kala dan tugu prasasti. Di pelataran komplek candi juga dijumpai enam kuburan kuno. Empat makam posisi berjajar di depan teras cungkup Mleri Kekunaan. Sedangkan dua makam lain masing masing berada di sisi kanan dan kiri cungkup. Pada masing-masing nisan makam kuno, tumbuh subur tanaman berdaun lebar yang posisinya saling menumpuk. Sunarni menyebutnya pandan tumpuk.
Tidak jauh dari enam makam kuno, juga tumbuh dua pohon sawo. Posisinya berada di kanan kiri pintu masuk Candi Mleri. Selain rindang, pohon sawo tua tersebut juga tinggi menjulang. Sunarni tidak bisa menceritakan siapa yang menghuni makam makam dengan batu nisan kuno tersebut. Ia hanya menyebut, mereka adalah para sahabat Mbah Mleri yang salah satunya berasal dari Kerajaan Mataram.
"Salah satu makam itu katanya berasal dari Mataram," kata Sunarni yang juga tidak tahu apakah keterangan Mataram tersebut berkaitan dengan adanya dua pohon sawo.
Sementara mengenai cerita penampakan harimau berbulu putih, Sunarni mengatakan hal itu benar adanya. Bukan hanya warga Rejotangan, Tulungagung yang pernah menyaksikan. Sejumlah orang yang melakukan ritualan pada Selasa Kliwon atau malam Jumat, juga pernah didatangi.
"Di sini yang sering terlihat adalah macan putih. Tapi sifatnya ghaib," kata Sunarni menjelaskan.