Sunarni memperlihatkan relief batu yang berada di teras cungkup Kekunaan Mleri. Tampak ukiran binatang yang sosoknya mengarah pada seekor harimau. Secara tersirat Sunarni ingin menyampaikan, bahwa secara metafisika, penampakan macan putih tersebut, ada benang merahnya dengan panil relief harimau yang ia perlihatkan.
"Dan itu tidak apa-apa. Tidak menganggu. Hanya ingin mbagekke (berkenalan)," terang Sunarni.
Komplek Candi Mleri memiliki luas area kurang lebih 27 X 23 meter persegi. Upaya pelestarian Candi Mleri yang diikuti dengan membangun tembok pembatas berlangsung sejak tahun 1984. Meski tidak seramai Candi Penataran, pengunjung Candi Mleri selalu ada.
Mereka datang dari berbagai lokasi. Bahkan tidak jarang para peneliti asing. Sunarni masih ingat, pada tahun 2016 silam, terdapat perwakilan dari 10 negara, yakni di antaranya Belanda dan Perancis, yang melakukan penelitian di Candi Mleri. Sebab candi Mleri konon candi tertua di Kabupaten Blitar.
"Pada tahun 2016 itu para peneliti di sini selama 15 hari," kenang Sunarni yang hingga kini statusnya masih pegawai tidak tetap Trowulan.
(Qur'anul Hidayat)