Magawa, Tikus Pahlawan Pendeteksi Lebih dari 100 Peledak, Mati di Usia 8 Tahun

Rahman Asmardika, Jurnalis
Kamis 13 Januari 2022 09:31 WIB
Magawa. (Foto: PDSA/PA)
Share :

Magawa pensiun dari pekerjaan menyapu ranjau pada Juni 2021. Para penangannya memperhatikan bahwa dia melambat dan setelah berkontribusi begitu banyak, memutuskan dia memiliki lebih dari pantas untuk mendapatkan pensiunnya.

Tikus raksasa berkantung Afrika dianggap sempurna untuk mendeteksi ranjau darat karena, dengan penglihatan yang buruk, mereka memiliki indera penciuman dan ingatan yang sangat berkembang. Mereka juga cukup ringan sehingga tidak memicu ranjau darat. Tikus-tikus itu dilatih untuk mencium bau TNT dan kemudian menggali untuk memperingatkan penangannya terhadap bahan peledak.

Hewan ini dapat mencari area seluas lapangan tenis dalam 30 menit, area yang dulunya membutuhkan waktu hingga empat hari untuk diselesaikan oleh seseorang dengan detektor logam.

Tikus pahlawan tidak hanya sangat efektif dalam pekerjaan mereka, tetapi mereka juga jauh lebih hemat biaya. Untuk melatih seekor tikus berkantung dibutuhkan biasa sekita USD7.300, dibandingkan USD 25.000 untuk melatih seekor anjing untuk mendeteksi ranjau darat.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya