“Dari kegiatan ini kita melaksanakan simulasi dalam rangka pembebasan sandera maupun tawanan. Dalam hal ini untuk membebaskan salah satu pejabat pemerintah yang disimulasikan ditawan kelompok teroris. Begitu pula prajurit milter TNI yang ditawan teroris. Hal ini salah satu tugas TNI untuk mengatasi aksi terorisme,” tuturnya.
Ia menjelaskan, kegiatan latihan ini untuk memelihara kemampuan dan kesiapan tempur prajurit batalyon 13 grup 1 Kopassus agar selalu siap sedia dalam menghadapi setiap ancaman dan gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar wilayah. Utamanya adalah untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Erha Aprili Ramadhoni)