Kisah Pilu Puluhan Manusia Hidup Dalam Kerangkeng Besi Bupati Langkat

Fahmi Firdaus , Jurnalis
Selasa 25 Januari 2022 10:53 WIB
Foto:Ist
Share :

JAKARTA – Sejumlah orang dengan tatapan kosong terlihat tak berdaya dalam kerangkeng besi di belakang rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin. Bahkan, diantaranya terlihat wajah mereka luka lebam.

(Baca juga: Heboh Bupati Langkat Kerangkeng Manusia, Komnas HAM: Ada Dugaan Penyiksaan)

Dalam video yang diterima Okezone, terlihat salah satu korban berkepala pelontos memakai kaos abu-abu terlihat ketakutan. Sebanyak 27 orang ditemukan polisi dalam jeruji yang sudah beroperasi 10 tahun. Mereka adalah pekerja sawit yang sebelumnya direhabilitasi karena narkoba.

Migrant Care pun melaporkan temuan kerangkeng manusia di rumah milik Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin ke Komnas HAM atas perbudakan modern yang dilakukan Terbit Rencana Perangin-angin.

(Baca juga: Ini Penampakan Kerangkeng Manusia Tempat Bupati Langkat Diduga Lakukan Perbudakan Modern)

Kerangkeng itu terbongkar saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah politikus Partai Golkar tersebut saat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.

Komisi antirasuah telah menetapkan Terbit Rencana Perangin Angin, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi. Terbit diduga menerima sejumlah uang dari kesepakatan proyek.

"Saat kita mem-back-up teman-teman KPK melakukan penggeledahan di rumah pribadi bupati, memang ada ditemukan tempat menyerupai kerangkeng diisi tiga atau empat orang saat itu," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Senin (24/1/2022).

Dalam tayangan dan foto, terlihat kerangkeng tersebut berbentuk seperti sel penjara dengan menggantung sebuah gembok di pintu sel.

Di dalam lokasi tersebut terdapat dipan kayu yang terbentang sebagai tempat tidur. Lalu, tepat di bawah dipan tersebut, para pekerja buruh kelapa sawit yang diduga menjadi korban perbudakan modern itu duduk.

Dibawah dipan kayu tersebut juga ditutup sarung untuk menutup aktivitas para korban. Terlihat pula di dinding ruangan menempel seutas tali yang dijadikan sebagai tempat menggantung pakaian.

Komnas HAM Bentuk Tim Investigasi

Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengirim tim investigasi guna menindaklanjuti laporan tersebut.

"Atas aduan ini kami akan segera kirim tim ke sana, ke Sumatera Utara itu. Terus juga akan berkomunikasi dengan berbagai pihak," ungkap Anam di kantornya.

Anam memastikan pihaknya akan bergerak cepat mengusut kasus ini. Hal itu dikarenakan, tipe kasus yang dihadapi pergerakannya begitu cepat.

"Apalagi kalau ada dugaan terjadi penyiksaan. Terlambat sedikit kita akan semakin meruntuhkan kemanusiaannya. Jadi ini akan kami tangani dalam skema urgent respons, cepat," jelasnya.

Dia memaparkan, berdasarkan aduan awal diduga Bupati Langkat memiliki sebuah penjara atau kerangkeng manusia di sekitar wilayah rumahnya. Namun, untuk jumlah pasti berapa pekerja yang terkurung di lokasi belum bisa disampaikan detil.

(Fahmi Firdaus )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya