Prabu Brawijaya V yang terkenal gagah perkasa ketika berada di medan pertempuran itu tiba-tiba seperti tanpa daya.
Badannya yang semula segar-bugar tiba-tiba seperti lunglai, lemas. Ia tak menyangka kalau permaisurinya Ratu Dewi Dwarawati mengeluarkan ancaman berat seperti itu.
Secara diam-diam, Prabu Brawijaya V sebenarnya membenarkan perkataan permaisurinya Ratu Dewi Dwarawati karena semua itu memang kesalahannya.
Prabu Brawijaya V pun menyadari kalau keinginannya menjadikan Dewi Kian sebagai permaisurinya hanya seperti mimpi kosong belaka.
Sumber: Buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit.
(Khafid Mardiyansyah)