Kesaktian Gajah Mada Datangkan Kabut Butakan Musuh yang Ingin Serang Majapahit

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 27 Januari 2022 05:00 WIB
Ilustrasi Mahapatih Gajah Mada (Foto: istimewa)
Share :

JAKARTA - Mahapatih Gajah Mada dikenal dengan kesaktian mandraguna sebagai panglima perang dari Kerajaan Majapahit.

Salah satu kesaktian Gajah Mada yang tersohor yakni mampu mendatangkan kabut tebal sehingga membutakan mata musuh yang ingin menyerang Majapahit.

Dalam kitab Kakawin Nagarakretagama yang ditulis Empu Prapanca, disebutkan bahwa Trowulan hampir setiap hari ditutupi oleh kabut, demikian dilansir dari Sindonews.

Namun, kabut itu bukan kabut sembarangan. Konon, kabut yang tampak di Trowulan, sebuah daerah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur itu merupakan buatan Gajah Mada agar bisa melindungi Majapahit.

Umumnya kabut perlahan-lahan menghilang ketika hari semakin siang. Akan tetapi, kabut di Trowulan berbeda. Di mana, ketika hari semakin siang, justru kabut semakin gelap. Kabut di Trowulan juga aneh, karena berada di tempat yang panas.

Tidak hanya mendatangkan kabut tebal untuk menyelimuti Trowulan, berdasarkan cerita rakyat Gajah Mada juga bisa muncul dari balik pusaran angin, bak seperti dewa. Kesaktian Gajah Mada ini disebut berasal dari Kiai Pawagal.

Baca juga: Gajah Mada dan Siasatnya yang Gagal Membunuh Raja Malaka

Akan tetapi kesaktian mendatangkan kabut tebal dimiliki Gajah Mada. Saat terjadi pemberontakan Ra Kuti, Kerajaan Majapahit juga diselumuti kabut tebal, hingga Gajah Mada sendiri pun tidak bisa melihat.

Saat kudeta itu, Ra Kuti mendatangkan kabut dari Gunung Arjuno dan Gunung Anjasmoro untuk mengelabui pandangan Gajah Mada dan pasukannya.

Baca juga: Saat Gajah Mada Menolak Jabatan Strategis Pimpin Bala Tentara Kerajaan Majapahit

Dalam Serat Pararaton, disebutkan bahwa dari sekian banyak pemberontakan yang paling berbahaya di pemerintahan Jayanegara adalah pemberontakan Ra Kuti yang mendapat dukungan dari Ra Yuyu, Ra Tanca, Winehsuka (1319).

Pemberontakan ini berhasil mengusir Jayanegara keluar dari Kerajaan Majapahit bersama keluarganya dan mengungsi ke Desa Bedander. Serangan pemberontakan itu diawali dengan kabut tebal yang menyelimuti Majapahit.

Setelah menguasai Majapahit, Ra Kuti naik takhta menjadi raja. Tetapi tidak berlangsung lama, karena ketidakbecusan, terjadi kekacauan di mana-mana. Perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan rakyat diteror.

Baca juga: Kisah Dewi Andongsari Bunuh Diri karena Rasa Bersalah kepada Gajah Mada

Saat rakyat Majapahit tengah mengalami penderitaan, Gajah Maja menyiapkan serangan balasan terhadap Ra Kuti. Pertama-tama, Gajah Mada membunuh Singa Parapen yang menjadi telik sandi atau mata-mata dari Ra Kuti.

Kemudian, dia mengumpulkan pasukan Bhayangkara dan yang masih setia dengan Jayanegara, serta memanggil kepala pasukan yang tengah bertugas di Bali. Serangan Gajah Mada berhasil, Ra Kuti berhasil ditaklukan.

Baca juga: Kutukan Kebo Iwa ke Patih Gajah Mada

Setelah Kerajaan Majapahit diambil alih, Jayanegara beserta keluarganya kembali ke Majapahit dan melanjutkan tugas memimpin Kerajaan Majapahit.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya