Dalam Serat Pararaton, disebutkan bahwa dari sekian banyak pemberontakan yang paling berbahaya di pemerintahan Jayanegara adalah pemberontakan Ra Kuti yang mendapat dukungan dari Ra Yuyu, Ra Tanca, Winehsuka (1319).
Pemberontakan ini berhasil mengusir Jayanegara keluar dari Kerajaan Majapahit bersama keluarganya dan mengungsi ke Desa Bedander. Serangan pemberontakan itu diawali dengan kabut tebal yang menyelimuti Majapahit.
Setelah menguasai Majapahit, Ra Kuti naik takhta menjadi raja. Tetapi tidak berlangsung lama, karena ketidakbecusan, terjadi kekacauan di mana-mana. Perampokan, pembunuhan, pemerkosaan dan rakyat diteror.
Baca juga: Kisah Dewi Andongsari Bunuh Diri karena Rasa Bersalah kepada Gajah Mada
Saat rakyat Majapahit tengah mengalami penderitaan, Gajah Maja menyiapkan serangan balasan terhadap Ra Kuti. Pertama-tama, Gajah Mada membunuh Singa Parapen yang menjadi telik sandi atau mata-mata dari Ra Kuti.
Kemudian, dia mengumpulkan pasukan Bhayangkara dan yang masih setia dengan Jayanegara, serta memanggil kepala pasukan yang tengah bertugas di Bali. Serangan Gajah Mada berhasil, Ra Kuti berhasil ditaklukan.
Baca juga: Kutukan Kebo Iwa ke Patih Gajah Mada
Setelah Kerajaan Majapahit diambil alih, Jayanegara beserta keluarganya kembali ke Majapahit dan melanjutkan tugas memimpin Kerajaan Majapahit.
(Fakhrizal Fakhri )