Di sisi lain, Dedi menyebut, tentunya Polri dalam hal ini akan bersinergi dengan seluruh pihak terkait dan elemen masyarakat.
"Sinergitas, bahu-membahu serta bergandengan tangan seluruh stakeholder menjadi kunci untuk Bangsa Indonesia mampu melakukan penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19," tutur Dedi.
Dedi memaparkan sampai dengan saat ini tercatat sudah ada 2.297 pengguna aplikasi monitoring karantina Presisi. Aplikasi tersebut telah terpasang di beberapa pintu masuk PPLN, diantaranya adalah, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Benoa.
Lalu, PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Pelabuhan Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, PLBN Aruk dan PLBN Entikong dan Pelabuhan Batam.
Aplikasi monitoring karantina Presisi tersebut juga telah terkoneksi dengan 360 lokasi karantina. Kemudian, jumlah personel yang dikerahkan di lokasi karantina sebanyak 937. Adapun untuk setiap lokasi terdiri dari 6 personel dengan dibagi tiga shift. Selain itu, sistem monitoring karantina Presisi juga telah siap mendukung Travel Buble.
(Widi Agustian)