Sejarah 5 Februari: Menlu AS Colin Powell Dituduh Berbohong di Sidang PBB, Benarkan Invasi AS ke Irak

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 05 Februari 2022 01:06 WIB
Menlu AS Colin Powell (Foto: AP)
Share :

NEW YORK - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Menlu AS) Colin Powell memberikan pidato di hadapan sidang  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)  dengan penuh ‘kebohongan’ pada 5 Februari 2003. Dia dituduh berbohong terkait invasi AS ke Irak.

Dengan menggunakan poin pembicaraan yang disebut-sebut banyak orang di pemerintahannya sebagai kebohongan yang menyesatkan, Powell menguraikan  bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Lalu membuat argumen atau klaim untuk invasi yang akan terjadi pada bulan berikutnya. Powell menyebutnya sebagai "noda" dalam catatannya.

Pemerintahan Presiden George W. Bush berisi beberapa pejabat terkemuka, seperti Wakil Presiden Dick Cheney dan Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld, yang telah menganjurkan Perang Teluk Pertama dan dikenal sebagai pendukung invasi kedua ke Irak. Segera setelah sekelompok teroris kebanyakan-Saudi menyerang World Trade Center (WTC) dan Pentagon pada 11 September 2001, sebuah gerakan dimulai di dalam pemerintahan Bush untuk menyingkirkan pemimpin Irak, diktator Saddam Hussein dari kekuasaan, dengan alasan bahwa dia terkait dengan serangan itu.

Baca juga: Mantan Menlu AS Tutup Usia, Biden: Saya dan Istri Berduka Atas Meninggalnya Patriot Tak Tertandingi

Powell tidak termasuk di antara kelompok ini. Dia memperingatkan Bush pada Agustus 2002 bahwa menyingkirkan Hussein mungkin mudah, tetapi mengubah Irak menjadi demokrasi yang stabil dan bersahabat tidak akan mudah.

Baca juga: Mantan Menlu AS Colin Powell Tutup Usia Akibat Komplikasi Covid-19

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya