Rusia membantah berencana untuk mengarang serangan, dan AS tidak memberikan bukti untuk mendukung klaim tersebut.
Sebelumnya AS mengatakan akan mengirim lebih banyak pasukan ke Eropa timur untuk mendukung sekutu NATO. Rusia mengatakan langkah itu "merusak" dan menunjukkan bahwa kekhawatirannya tentang ekspansi NATO ke arah timur dapat dibenarkan.
Pembicaraan, yang menurut Kremlin "sangat hangat" itu diadakan menjelang upacara pembukaan Olimpiade. Ini adalah pertama kalinya para pemimpin bertemu tatap muka sejak awal pandemi.
"Persahabatan antara [Rusia dan China] tidak memiliki batas, tidak ada bidang kerja sama yang 'terlarang'," bunyi pernyataan itu.