Kedua negara juga menyatakan "sangat prihatin" tentang pakta keamanan Aukus antara AS, Inggris dan Australia.
Diketahui, tahun lalu Aukus akan melihat Australia membangun kapal selam bertenaga nuklir sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keamanan di kawasan Asia-Pasifik. Ini sebagian besar dilihat sebagai upaya untuk melawan China, yang telah dituduh meningkatkan ketegangan di wilayah yang disengketakan seperti Laut China Selatan.
Sementara itu Rusia mengatakan mendukung kebijakan Satu China Beijing, yang menegaskan bahwa Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri adalah provinsi yang memisahkan diri yang pada akhirnya akan menjadi bagian dari China lagi.
Namun, Taiwan melihat dirinya sebagai negara merdeka, dengan konstitusinya sendiri dan para pemimpin yang dipilih secara demokratis.
(Susi Susanti)