CHINA - China telah bergabung dengan Rusia untuk menentang ekspansi NATO lebih lanjut ketika kedua negara bergerak lebih dekat bersama dalam menghadapi tekanan Barat.
Moskow dan Beijing mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan kesepakatan mereka tentang sejumlah masalah selama kunjungan Presiden Rusian Vladimir Putin untuk Olimpiade Musim Dingin.
Putin mengklaim kekuatan Barat menggunakan aliansi pertahanan NATO untuk melemahkan Rusia. Itu terjadi di tengah ketegangan atas Ukraina. Rusia juga membantah berencana untuk menyerang Ukraina.
Sekitar 100.000 tentara Rusia tetap berada di perbatasan dengan Ukraina, yang merupakan bekas republik Soviet. Putin, yang telah menulis bahwa Rusia dan Ukraina adalah "satu negara", telah menuntut agar Ukraina dilarang bergabung dengan NATO.
Baca juga: Pentagon: Intelijen AS Yakin Rusia Akan Buat Kekejaman untuk Benarkan Invasi ke Ukraina
Meski pernyataan bersama yang panjang itu tidak merujuk langsung ke Ukraina, namun kedua negara menuduh NATO mendukung ideologi Perang Dingin.
Baca juga: Erdogan Sebut AS dan Barat Tak Bantu Selesaikan Konflik Rusia-Ukraina, Malah Jadi Penghalang
Sementara itu, di tengah perang kata-kata yang berkembang, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (2/2) menuduh Rusia berencana untuk melakukan serangan Ukraina palsu yang akan digunakan untuk membenarkan invasi.