Jumat lalu, Amerika Serikat mengatakan Korea Utara, yang secara formal dikenal sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), telah melakukan sembilan uji coba rudal dalam satu bulan.
"DPRK menunjukkan peningkatan kemampuan untuk penyebaran yang cepat, jangauan luas (termasuk di laut), dan peningkatan ketahanan pasukan misilnya," kata pemantau sanksi.
Di hari yang sama, China dan Rusia menolak bergabung dalam pernyataan bersama mengutuk peluncuran rudal Korea Utara yang makin meluas.
Pada Minggu (6/2/2022), Amerika Serikat mengumumkan bahwa perwakilan khusus mereka terkait Korea Utara, akan bertemu dengan pejabat Jepang dan Korea Selatan pada akhir pekan ini untuk membicarakan perkembangan situasi.
Laporan PBB juga menemukan bahwa situasi kemanusiaan di Korea Utara semakin memburuk. Laporan ini menyebutkan, memburuknya situasi kemanusiaan disebabkan kemungkinan hasil keputusan pemerintah setempat untuk menutup perbatasan selama pandemi.
Minimnya informasi dari Korea Utara telah membuat pelbagai pihak terkait sulit menghitung berapa besar penderitaan warga di sana, yang disebabkan oleh sanksi internasional.
(Rahman Asmardika)