Setelah penjelasan Didit dapat diterima Hoegeng, kemudian Hoegeng menjelaskan, “Dit, kamu tahu saat kamu membawa mobil dinas itu, Papimu sudah bersalah. Apalagi kamu membawa mobil itu kemana-mana. Meskipun plat nomornya bukan plat nomor ayahmu, tetapi mobilnya adalah mobil dinas Polri, polisi dijalan tahu itu mobil siapa.”
Setelah mendengarkan penjelasan dari Hoegeng sekarang Didit mengerti alasan ayahnya marah. Sejak kejadian itu Didit tidak lagi berani meminjam mobil dinas ayahnya.
Baca juga: Hoegeng Ungkap Cara Berantas Korupsi di Indonesia: Harus Dimulai dari Atas ke Bawah
(Fakhrizal Fakhri )