HOEGENG atau Hoegeng Iman Santoso lahir pada 14 Oktober 1921 di Pekalongan, Jawa Tengah. Ia adalah seorang teladan Polri dan juga mantan Kapolri ke-5 Indonesia pada masa Presiden Soeharto zaman Orde Baru.
Perjalanan karir Hoegeng tidak hanya sebagai seorang anggota Kepolisian, ia juga sempat menjabat sebagai Mentri Iuran Negara dan Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia.
Sebagai polisi, Hoegeng merupakan sosok yang disiplin dan tegas. Ia selalu menjalankan komitmen kehidupannya dalam bekerja ataupun dalam keluarga kecil yang ia bangun.
Komitmen dalam dirinya yang sangat terkenal sikap sederhana, disiplin dan jujur. Komitmen itu membawa Hoegeng hingga menjadi Kapolri ke-5 Indonesia, dan teguhnya pendirian Hoegeng diakui oleh Presiden ke-4 yaitu Abdurrahman Wahid (GusDur),
Baca juga: Kala Hoegeng Gebrak Meja Dikritik Putranya: God Verdomme!
“Polisi jujur hanya ada tiga, Polisi Tidur, Patung Polisi, dan Jendral Hoegeng,” ucap Gus Dur.
Selama menjadi Kapolri, Hoegeng tidak pernah mengambil pemberian apapun yang terkait jabatannya. Selain itu Hoegeng tidak hanya menjalankan tugasnya sebagai Kapolri, jika ada kemacetan dalam perjalanannya ia juga tidak segan turun ke jalanan hanya untuk mengatur lalu lintas agar berjalan lancar.
Pernah pada suatu saat ia bepergian ke Bandung bersama keluarganya untuk mengunjungi anak pertamanya. Di mana seharusnya jika ke Bandung melewati Puncak dapat ditempuh selama 4 jam saja, namun Hoegeng bisa menghabiskan waktu 8 jam karena mengatur lalu lintas. Hal itu diungkap sang anak, Didit sebagaimana dikutip dari buku ‘Hoegeng Polisi Dan Mentri’.