Sejarah Masjid Istiqlal yang Berdiri Kokoh di Bekas Benteng Belanda

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 22 Februari 2022 06:03 WIB
Masjid Istiqlal (Foto: Dok Okezone)
Share :

MASJID Istiqlal diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Hingga akhirnya, setiap 22 Februari diperingati sebagai Hari Istiqlal untuk mengingat sejarah pembangunan masjid tersebut.

Sebelum diresmikan, pembangunan masjid yang terletak di jantung Ibu Kota itu memiliki perjalanan panjang. Peletakan batu pertama proyek pembangunan itu dilakukan Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1961, sebelum Soeharto menjadi Presiden.

Baca Juga: Masjid Istiqlal Gelar Sholat Jumat dengan Prokes Ketat

Dihimpun dari berbagai sumber, sekira tahun 1950 hingga 1960 an ada Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banten. Lokasi tersebut dikenal sepi, kotor dan tak terurus. Tembok-tembok bekas bangunan Frederik Hendrik di taman dipenuhi lumut dan rumput ilalang di mana-mana.

Hingga ribuan orang melakukan kerja bakti. Mulai dari masyarakat biasa, pegawai negeri, swasta, alim ulama hingga ABRI berjibaku membersihkan taman di bekas benteng penjajah itu.

Ide untuk membangun masjid di lokasi tersebut pun terlontar dari Menteri Agama RI pertama, KH Wahid Hasyim bersama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman. Ide itu diwujudkan dengan membentuk Yayasan Masjid Istiqlal.

Baca Juga: Ketika Ajudan Jenderal Ahmad Yani Temui Sarwo Edhie Wibowo Sambil Menangis

Yayasan Masjid Istiqlal didirikan pada 7 Desember 1954 dan diketuai H Anwar Tjokroaminoto. Gedung Deca Park di Lapangan Merdeka (kini Jalan Medan Merdeka Utara di Taman Museum Nasional), menjadi saksi bisu atas dibentuknya Yayasan Masjid Istiqlal.

 Asal Usul Nama Istiqlal

Nama Istiqlal diambil dari bahasa Arab. Nama itu berarti merdeka sebagai simbol dari rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan Allah SWT. Soekarno menyambut baik ide tersebut. Dirinya mendukung berdirinya yayasan Masjid Istiqlal dan kemudian membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI).

Pada 24 Agustus 1961, masih dalam bulan yang sama perayaan kemerdekaan RI, menjadi tanggal yang paling bersejarah bagi umat muslimin di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk pertama kalinya, di bekas taman itu, kota Jakarta akan dibangun sebuah masjid besar.

Masjid yang dimaksudkan sebagai simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Padanan katanya dalam bahasa Arab berarti merdeka dan disepakati diberi nama Istiqlal sehingga jadilah, Masjid Istiqlal.

Tanggal yang bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW itu, dipilih sebagai momen pemancangan tiang pertama oleh Presiden Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik.

Lokasi pembangunan masjid sempat terjadi perdebatan. Wakil Presiden Mohammad Hatta, berpendapat lokasi yang paling tepat untuk pembangunan Masjid Istiqlal tersebut adalah di Jl. Moh. Husni Thamrin yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Dengan pertimbangan lokasi tersebut berada di lingkungan masyarakat muslim dan waktu itu belum ada bangunan di atasnya. 

Sementara Soekarno mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang di bawahnya terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka.

Hal tersebut sesuai dengan simbol kekuasaan kraton di Jawa dan daerah-daerah di Indonesia bahwa masjid selalu berdekatan dengan kraton. Pendapat H. Moh. Hatta lebih menghemat biaya untuk penggusuran bangunan-bangunan yang ada di atas dan di sekitar lokasi. Namun, setelah musyawarah, akhirnya lokasi pembangunan Masjid Istiqlal ditetapkan di Taman Wilhelmina bekas benteng Belanda.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya