JAKARTA - Anggota Dewan Nasional Konvensi Rakyat Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ferry Kurnia Rizkiyansyah menyebutkan, pihaknya akan terus berkonsentrasi melanjutkan program kerja dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024.
Hal tersebut ia sampaikan berkaitan dengan hasil survei terbaru Litbang Kompas pada Januari 2020 lalu yang mana Partai Perindo dipilih 2,5% responden.
"Trend elektabilitas Perindo naik signifikan, pada survei Litbang Kompas Oktober 2021 elektabilitas Perindo 1,6 persen hanya beberapa bulan saja oleh survei yang sama sudah mencapai 2,5 persen," ujar Ferry Kurnia, Selasa (22/2/2022).
Ia menyebutkan, raihan tersebut menunjukkan kerja-kerja Partai Perindo mendapat respon positif di masyarakat. Hasil baik di survei tersebut dikatakannya juga jauh melebihi partai non parlemen.
"Survei ini menujukkan Partai Perindo masih menjadi partai terdepan dari jajaran partai-partai di luar parlemen," ungkapnya.
Partai Perindo disebutkan Ferry Kurnia terus membangun narasi besar elektoral yang lebih berkualitas dalam membangun ekosistem demokrasi digital melalui Konvensi Rakyat. Hal tersebut dibarengi dengan kepedulian memajukan sektor UMKM terdampak pandemi Covid-19.
"Respon terhadap kerja-kerja kemanusiaan, peduli terhadap UMKM melalui gerobak Perindo serta kerja-kerja nyata di daerah-daerah menjadi wujud nyata produktifitas dan kerja partai diterima masyarakat luas," kata Ferry Kurnia.
Namun dengan masih banyak responden yang masih merahasiakan partai politik pilihannya Ferry Kurnia meyakini perolehan suara dari Perindo masih terbuka luas untuk semakin bertambah dan meningkat pada Pemilu dan Pilkada 2024
"Namun tentunya, hasil survei Litbang Kompas itu juga menunjukkan suara dari pemilih mengambang yg belum menentukan pilihan semakin menurun dan tantangan bagi Partai Perindo adalah seberapa besar bisa merengkuh suara 18 persen dari pemilih masih mengambang tersebut," tambah Ferry.
Ia menyebutkan, hal tersebut menunjukkan keyakinan bahwa elektabilitas Partai Perindo akan semakin naik tentunya dengan kerja kolegial dari mesin partai dan solidnya partai perindo daerah-daerah.
"Partai Perindo ke depan adalah partai yang membawa gagasan. Semoga hasil survei dari litbang Kompas ini memacu semangat teman-teman di daerah untuk aktif dan berkarya dan berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyakarat," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Survei Kepemimpinan Nasional Litbang Kompas yang dilaksanakan pada Januari 2022 lalu merilis hasil trend pilihan pada partai politik pada 22 Februari 2022.
Dalam hasil survei Litbang Kompas terbaru tersebut Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih berada di posisi teratas dengan perolehan suara responden sebesar 22,8 persen. Di posisi kedua ada Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan angka perolehan 13,9 persen.
Partai Demokrat ada di posisi ketiga dengan perolehan suara responden 10,7 persen. Kemudian menyusul di posisi keempat ada Golkar dengan perolehan suara responden 8,6 persen.
Pada posisi kelima ada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan perolehan suara 6,8 persen. Di posisi keenam ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan perolehan 5,5 persen.
Diurutan ketujuh ada Partai Nasdem (Nasional Demokrat) dengan perolehan suara responden 3,5 persen. Menyusul Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di posisi kedelapan dengan perolehan suara 2,8 persen.
Diposisi kesembilan ada Partai Amanat Nasional (PAN) dengan perolehan suara 2,5 persen. Kemudian di urutan ke-10 ada Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dengan perolehan suara responden 2,5 persen atau sama dengan PAN.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ada di posisi ke-11 dengan perolehan 0,9 persen. Partai Hanura di posisi ke-12 dengan perolehan 0,6 persen.
Lalu ada Partai Bulan Bintang (PBB) di urutan ke-13 dengan raihan suara 0,4 persen. Menyusul Partai Garuda di posisi ke-14 dengan angka 0,4 persen.
Sementara itu responden yang menjawab partai politik selain 14 partai tersebut ada 0,3 persen. Perlu dicermati bahwa ada sebanyak 17,6 persen responden yang tidak menjawab atau menyatakan pilihan partai politiknya masih rahasia.
Survei tersebut dilaksanakan secara tatap muka pada 17-30 Januari 2022 terhadap 1.200 responden secara acak dengan menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen, dengan margin error penelitian kurang lebih 2,8 persen dengan penarikan sampel acak sederhana.
(Awaludin)