“Kami membayangkan untuk mengubah wajah Jakarta dari kota yang didominasi macet dan berpolusi menjadi pioner dalam penyediaan transportasi publik yang aman, nyaman, inklusif, dan berkelanjutan. Dan semua itu sudah dikerjakan, mulai dari membuat regulasi, melakukan terobosan sistem transportasi terintegrasi melalui JakLingko dan kini kami juga melihat potensi elektrifikasi armada bus. Dalam pertemuan tadi juga Ibu Menteri mendukung dan antusias membahas potensi kerja sama tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, untuk pembahasan terkait pengembangan rute MRT, Anies menjelaskan bahwa ada potensi kerja sama antara PT MRT Jakarta dengan Inggris yakni terkait pembangunan rute dari Timur-Barat. “Jakarta menyambut baik prakarsa potensi keterlibatan Inggris dalam bersama-sama membangun MRT Timur-Barat ini. Insya Allah, semua berjalan lancar,” pungkasnya.
Sebagai informasi, agenda rapat antara Gubernur Anies dan Menteri Perdagangan Internasional Inggris Anne-Marrie Trevelyan ini diakhiri dengan keduanya menggunakan MRT dari Stasiun Bundaran HI menuju Stasiun Dukuh Atas. Kemudian, keduanya juga menyempatkan melihat Terowongan Kendal serta membeli kopi di Difabis Coffee & Tea.
(Khafid Mardiyansyah)