Sempat merasa lega setelah lima jam menunggu akhirnya mobil yang ditumpangi bergerak. Namun sayang, ternyata mobilnya hanya bisa melaju beberapa ratus meter dan kembali terjebak macet.
Mobil yang ditumpangi Edi pun harus mematikan mesinnya. Hal itu dilakukan untuk menghemat bensin. Tak hanya itu, Edi dan keluarganya pun harus menahan lapar.
Di tengah kemacetan itu hanya ada tukang gorengan. Ia dan keluarganya pun mengisi perut dengan makanan yang ada. "Terpaksa saya beli gorengan dan air mineral hanya untuk menahan lapar," katanya.
Hal itu tak hanya dialami Edi dan keluarganya. Namun, para pengendara lain juga demikian, mereka mematikan mesin kendaraan dan mengusir kepenatan dengan sesekali turun dari mobil.
Banyak juga balita dan anak-anak yang sudah tidak betah dengan kemacetan. Kesulitan lainnya, tak adanya toilet.
Kemacetan baru terurai pukul 22.00 WIB dan kendaraan berjalan merayap. "Jam 12.00 siang keluar dari vila, sampai di rumah Senin (28/2) pukul 01/30 WIB.
Akhir pekan tersebut memang bertepatan dengan tanggal merah Isra Mikraj, yang jatuh pada hari ini. Masyarakat memanfaatkan libur panjang itu, dan banyak yang memilih berlibur ke kawasan Puncak, Bogor.
(Arief Setyadi )