Dalam kasus Hoegeng, Presiden Soeharto lah yang dimaksud sebagai pemimpinnya. Bisa jadi Hoegeng tidak ingin Presiden Soeharto selaku pemimpinnya, dipandang rendah atau jelek di mata banyak orang. Jadilah ia memilih untuk tidak memberi keterangan yang berlebihan kepada pers.
Tak hanya itu, setelah diberhentikan, Hoegeng juga mengembalikan semua barang yang pernah ia gunakan selama menjadi Kapolri, mulai dari mobil dinas Kapolri, hingga handy talky, dan semua barang miliki polisi ia kembalikan.
Baca juga: Ketika Hoegeng Dipanggil Koko dan Dibentak Tentara
(Fakhrizal Fakhri )