Sejak awal serangan Rusia, satu juta pengungsi telah meninggalkan negara Eropa Timur itu, kata PBB, Kamis (4/3).
Airbnb memberikan tawaran serupa Agustus lalu kepada orang-orang yang melarikan diri dari Afghanistan setelah Taliban mengambil alih kekuasaan.
Perusahaan yang berbasis di California itu juga menghadapi pengawasan atas kehadirannya di China dalam beberapa pekan terakhir.
Sebuah penelitian yang dirilis bulan ini menunjukkan Airbnb memiliki ratusan listing di Xinjiang dan Tibet, dua wilayah di mana China dituduh melakukan pelanggaran HAM besar-besaran.
(Khafid Mardiyansyah)