KASUS PENCULIKAN masih kerap terjadi. Salah satu yang menjadi target penculikan adalah anak-anak. Banyak motif yang menyebabkan kasus penculikan. Di antaranya, sang anak dijadikan jaminan karena orangtua mempunyai utang yang belum lunas. Berikut daftar kasus penculikan anak:
Maret 2022
Kasus penculikan anak terjadi di Kembangan, Jakarta Barat. Aksi tersebut sempat terekam video yang kemudian diunggah di Instagram oleh akun @jakartabarat24jam. Dalam video tersebut terlihat pelaku penculikan adalah seorang perempuan paruh baya.
Pelaku menggandeng dua anak sambil berjalan kaki di pinggir jalan. Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Ferdo Elfianto membenarkan aksi penculikan tersebut. Namun pihaknya belum dapat menjelaskan kronologis dugaan penculikan. Saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan pendalaman terhadap terduga pelaku.
3 Februari 2022
Seorang anak berusia 16 tahun diculik segerombolan orang yang membawa senjata tajam. Ketika itu, sang anak sedang berada di rumah kakeknya di Cumpat Kulon, Kenjeran, Surabaya. Berdasarkan hasil pemeriksaan pada hasil rekaman warga dan rekaman video CCTV yang berada di lokasi, polisi menduga pelaku berjumlah lebih dari empat orang.
Para pelaku sempat memukul sang anak sebelum membawanya ke dalam mobil. Para tetangga tidak berani menolong lantaran para pelaku membawa senjata tajam. Akhirnya, pada 5 Februari 2022 keempat pelaku berhasil diringkus oleh polisi.
Para pelaku nekat menculik anak tersebut untuk dijadikan jaminan. Hal ini karena orang tua korban mempunyai utang yang belum lunas. Polisi masih memburu pelaku H yang menjadi otak penculikan. Selain itu, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 1 unit mobil Suzuki Ertiga merah, 3 unit handphone, dan beberapa pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi.
2 Januari 2022
Penculikan anak terjadi di Tangerang Selatan. Korban berinisial AAS (12) penculikan berhasil menyelamatkan diri usai nekat melompat dari atas motor pelaku. Saat itu, korban bersama teman-temannya sedang bermain di dekat rumah.
Kemudian pelaku DFR (22) mendatangi korban dengan mengendarai sepeda motor. DFR berpura-pura menanyakan alamat. Pelaku mengajak korban mengobrol kemudian meminta korban mengantarkannya. Korban kemudian diboncengi pelaku.
Dalam perjalanan, pelaku yang timbul hasratnya itu memegang paha korban hingga akhirnya korban melawan. Korban sempat dibawa kabur ke arah Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat. Sesampainya di sebuah lapangan bola yang terletak di Gunung Sindur, Bogor, korban kemudian melarikan diri dengan cara melompat dari sepeda motor dan langsung meminta bantuan kepada warga sekitar. Korban mengalami luka pada beberapa bagian tubuhnya.
Korban bersama orang tuanya mendapatkan Konsultasi Psikologis Anak di Kantor P2TP2A Kota Tangsel pada 6 Januari 2022. Akhirnya pada 14 Januari 2022, polisi berhasil menangkap pelaku. (Tika Vidya Utami/Litbang MPI)
(Awaludin)