Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Ini Imbauan BPBD

, Jurnalis
Kamis 10 Maret 2022 10:33 WIB
Gunung Merapi meletus (foto: dok BPPTKG)
Share :

KLATEN - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada Rabu (9/3) malam meningkat. Terjadi beberapa kali guguran awan panas yang mengarah ke sisi barat daya dan tenggara. Kondisi ini membuat ratusan warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Tercatat jumlah warga Desa Balerante yang mengungsi mandiri sekitar 253 jiwa. Sebanyak 60 jiwa diantaranya mengungsi di Balai Desa Balerante. Ratusan jiwa lainnya mengungsi di tempat lainnya.

 BACA JUGA:Semburan Awan Panas Gunung Merapi Capai 5 Kilometer

Kasi Logistik BPBD Kabupaten Klaten, Rujedy mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPPTKG serta perangkat Kecamatan Kemalang dan Desa Balerante guna melakukan pendataan, penanganan darurat bencana dan pemutakhiran aktivitas luncuran awan panas Gunung Merapi. BPBD Kabupaten Klaten juga melakukan pendampingan serta memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi yang berada di Balai Desa Balerante.

"Bantuan logistik yang kami salurkan diantaranya makanan cepat saji," katanya.

BACA JUGA:Gunung Merapi Meletus, 253 Warga Mengungsi Hindari Awan Panas dan Abu Vulkanik 

Sementara itu, potensi bahaya Gunung Merapi saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan dan barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Masyarakat diminta tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di kawasan Gunung Merapi.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya