Serbia Bersumpah Akan Menghukum Sukarelawan yang Pergi ke Ukraina untuk Perang Lawan Rusia

Susi Susanti, Jurnalis
Sabtu 12 Maret 2022 17:18 WIB
Presiden Serbia Aleksandar Vucic (Foto: Anadolu Agency)
Share :

Shoigu secara khusus merujuk pada sukarelawan Suriah yang memerangi teroris Negara Islam (IS, sebelumnya ISIS) dengan dukungan militer Rusia.

Serbia yang secara resmi menyatakan netral, baru-baru ini mengumumkan akan menghentikan kerjasama militer dengan NATO dan Rusia setelah Moskow memerintahkan pasukan ke Ukraina bulan lalu.

Beograd diketahui tidak ingin buru-buru bergabung dengan Uni Eropa (UE). Vucic sejauh ini menolak tekanan dari Brussels untuk bergabung dengan sanksi blok tersebut terhadap Rusia.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock berada di Beograd pada Jumat (11/3) untuk meningkatkan tekanan kepada Rusia. Dia mengatakan bahwa bergabung dengan UE berarti kesiapan untuk menyelaraskan dengan posisi UE, termasuk mengenai masalah Ukraina.

Vucic berterima kasih kepada Baerbock karena menjelaskan posisi Berlin kepadanya secara langsung. Dia menambahkan bahwa sementara Jerman adalah mitra ekonomi dan politik terpenting Serbia di UE, namun memiliki posisi berbeda mengenai masalah tertentu, seperti Ukraina.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya