Pasukan ini akan membentuk garis melengkung bagaikan tapal kuda. Strategi kedua, Garuda Nglayang. Pada serangan ini, pasukan mengandalkan kekuatan pasukan yang besar dan meniru gerakan terbang burung garuda.
Panglima atau pemimpin berada di paruh, kepala, sayap, sementara anak buah bertingkah seperti burung garuda. Pemimpin utama juga akan berada di ekor sebagai posisi penyapu terakhir.
Kemudian, Empirit Neba, yaitu strategi membentuk formasi seperti burung gelatik dalam jumlah banyak yang sama-sama turun dari udara untuk mencari makanan padi. Biasanya strategi ini dilakukan oleh pasukan prajurit yang sudah putus asa, namun karena terjepit mereka pantang menyerah.
Strategi keempat ialah Cakra Byuha, strategi berupa formasi pengepungan. Tujuan formasi ini ialah untuk masuk ke tengah-tengah medan peperangan.
Formasi ini menghadap ke segala arah sesuai keadaan yang berkembang di medan perang.