JAKARTA - Pejabat-pejabat Rusia mengklaim rumah sakit bersalin itu telah direbut oleh kelompok ekstremis Ukraina dan digunakan sebagai benteng mereka.
Mereka juga mengatakan tidak ada pasien atau petugas medis yang berada di dalam rumah sakit itu.
Duta Besar Rusia Untuk PBB dan Kedutaan Besar Rusia di London bahkan mengatakan foto-foto Associated Press itu sebagai “bohong” atau “palsu.”
Sejumlah wartawan AP yang telah melaporkan dari kota Mariupol yang diblokir sejak awal perang itu, mendokumentasikan serangan tersebut dan melihat langsung para korban serta kerusakan yang ditimbulkan.