Mereka mengambil foto dan video ketika sejumlah ibu hamil yang berlumuran darah melarikan diri dari bangsal rumah sakit yang dibom, sementara para petugas medis berteriak dan anak-anak menangis.
Tim AP pada Jumat (11/3) dan Sabtu (12/3) melacak sebagian korban yang dialihkan ke rumah sakit lain di pinggiran Mariupol. Selama lebih dari satu minggu kota pelabuhan di Sungai Azov itu tidak memiliki pasokan makanan, air bersih, listirk atau pemanas. Listrik dari generator darurat disiapkan untuk kamar operasi.
(Widi Agustian)