“Ini tidak terduga karena kumpulan data yang kami gunakan untuk melatih AI tidak termasuk agen saraf ini,” ungkapnya.
Penulis utama studi tersebut Fabio Urbina mengatakan temuan itu sangat mengkhawatirkan sehingga tim ragu mempublikasikannya.
“Dataset yang mereka gunakan pada AI dapat diunduh secara gratis dan mereka khawatir bahwa yang diperlukan hanyalah pengetahuan pengkodean untuk mengubah AI yang baik menjadi mesin pembuat senjata kimia,” ujarnya kepada The Verge.
(Susi Susanti)