Maman Abdurrahman: Usaha Pemerintah Atasi Kelangkaan Migor Maksimal, Tapi Butuh Dukungan Masyarakat

Tim Okezone, Jurnalis
Selasa 22 Maret 2022 21:11 WIB
Minyak Goreng (Foto: Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Permasalahan terkait kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng masih menjadi isu panas menjelang Ramadan. Kenaikan harga minyak goreng, utamanya dipicu oleh naiknya harga CPO internasional hingga 2 kali lipat dari harga sebelumnya. Sehingga hal ini berdampak pada naiknya Harga Pokok Produksi (HPP).

Ketersediaan di pasar tradisional aman walaupun harganya mahal atau di atas HET (Harga Eceran Tertinggi). Sementara itu, ketersediaan di gerai modern mengalami kekosongan, karena meningkatnya permintaan setelah gerai modern mengikuti HET.

“Ada pula spekulan yang mencoba mengambil untung dari kondisi ini,” kata Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Maman Abdurrahman, Selasa (22/3/2022).

Penyebab langka dan mahalnya harga minyak goreng sekarang ini, selain karena ulah spekulan, juga akibat kelangkaan bahan baku dan gangguan kondisi supply chain dunia.

“Ada banyak penyebabnya. Ulah mafia dan spekulan yang mengganggu proses supply chain di dalam negeri juga tidak bisa diabaikan,” kata Maman, anggota Fraksi Partai Golkar.

Distribusi menjadi terhambat, karena pelaku usaha juga mengurangi produksi.

Baca juga: Wakili Hati Emak-Emak, Desy Ratnasari: Aduh Gimana Minyak Goreng Ini Pak Menteri?

Ditambah pula, aksi pemborongan massal dan harga minyak sawit global yang melonjak tinggi membuat permasalahan semakin meluas. Kelangkaan minyak goreng juga disebabkan adanya indikasi penyimpanan stok dalam jumlah di atas rata-rata kebutuhan bulanan. Ini kemudian dijual kembali oleh reseller atau spekulan dengan harga di atas ketentuan.

Baca juga: 39 Industri Siap Pasok Minyak Goreng Curah 9.000 Ton/Hari

Selain itu, perang antara Rusia dan Ukraina juga mengganggu rantai pasok, karena menyebabkan terganggunya ketersediaan gandum dan beberapa bahan produksi lain.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya