Dengan demikian, ia meminta kepada pemerintah agar kenaikan biaya haji diikuti dengan peningkatan fasilitas yang diberikan untuk calon jamaah haji di Arab Saudi.
"Perlu dibarengi dengan komitmen dalam meningkatkan pelayanan baik kualitas maupun kuantitasnya. Seperti makan, transportasi, layanan hotel atau lebih sering ditambah latihan manasik calon jemaah haji," ungkapnya.
Terakhir ia berharap usulan BPIH 2022 dapat kembali turun dengan jumlah yang signifikan. Agar tidak memberatkan calon jemaah haji yang hendak berangkat ke tanah suci.
"Meskipun ini baru rancangan angka 42 juta ini masih bisa turun. Artinya narasi ini perlu diperkuat dengan komitmen penyelenggara untuk meningkatkan fasilitas disamping adanya kenaikan biaya," kata dia.
Seperti diketahui, Kemenag telah memberi usulan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2022 senilai Rp42.452.369 per jemaah pada rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (16/3/2022). Hal itu merupakan perhitungan jika komponen protokol kesehatan Covid-19 tak disertakan.
Adapun usulan itu mengalami penurunan sekitar Rp3 juta ketimbang usulan pada Februari lalu dari senilai Rp45.053.368 per jemaah. Nominal Rp45 juta yang sebelumnya diusulkan sudah mencakup biaya terkait protokol kesehatan.
(Awaludin)