Swedia Kirim 5.000 Senjata Antitank ke Ukraina, Jerman Kirim 2.000 Granat Berpeluncur Roket

Susi Susanti, Jurnalis
Kamis 24 Maret 2022 08:29 WIB
Swedia dan Jerman kirim senjata ke Ukraina (Foto: Kementerian Pertahanan Ukraina via AP)
Share :

SWEDIA - Swedia dan Jerman mengumumkan akan mengirim ribuan senjata antitank ke Ukraina. Kedua negara telah membanjiri Ukraina dengan persenjataan seiring penegasan Jerman meninggalkan komitmen sebelumnya terkait  pasifisme sehubungan dengan serangan militer Rusia.

Menteri Luar Negeri Swedia Ann Linde mengatakan negaranya akan mengirim 5.000 senjata anti-tank ke Ukraina, di atas 5.000 yang sudah disediakan. Linde menyebut keputusan itu "bersejarah."

Sementara itu, Kantor Pers Jerman melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht telah meminta angkatan bersenjata negara itu untuk menyediakan 2.000 granat berpeluncur roket dari persediaannya sendiri ke Ukraina.

Militer Jerman telah berada dalam keadaan terlantar selama bertahun-tahun, dan pasukannya dilaporkan kekurangan amunisi, peralatan, dan bahkan sepatu boot. Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock mengatakan kepada anggota parlemen Jerman pada Rabu (23/3) bahwa sementara militer negara itu kekurangan pasokan, pemerintah akan mendorong produsen senjata untuk lebih banyak pengiriman yang mungkin dilakukan.

Baca juga:  NATO Akan Kirim Lebih Banyak Pasukan ke Eropa timur, Peringatkan Rusia Tidak Gunakan Senjata Nuklir

Kedua negara telah berjanji untuk menaikkan belanja pertahanan menyusul pecahnya perang di Ukraina. Swedia, yang terus meningkatkan anggaran militernya sejak 2014, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan pengeluaran hingga 2% dari Produk Domestik Bruto (PDB) sesegera mungkin, yakni peningkatan sekitar sepertiga dari tingkat saat ini.

 Baca juga: AS Kirim Lebih Banyak Drone hingga Senjata Antiperang Udara ke Ukraina

Kanselir Jerman Olaf Scholz juga mengumumkan bulan lalu bahwa dia akan menaikkan pengeluaran pertahanan menjadi 2% dari PDB dan menginvestasikan USD113 miliar dalam persenjataan, termasuk drone Israel dan jet tempur F-35 Amerika.

NATO menugaskan anggotanya untuk membelanjakan minimal 2% dari PDB untuk pertahanan, target yang banyak gagal. Kekurangan ini berulang kali dikritik oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang menuduh negara-negara Eropa, khususnya Jerman, melepaskan perlindungan militer AS.

Tidak seperti Jerman, Swedia bukan anggota NATO, dan pemerintah di Stockholm telah mengatakan bahwa mereka bermaksud untuk tetap keluar dari aliansi era Perang Dingin.

Tidak jelas kapan dan bagaimana senjata Jerman dan Swedia akan dikirim ke Ukraina. Rusia telah menyatakan bahwa mereka menganggap konvoi pasokan militer ke Ukraina target yang sah. Pemerintah Jerman menyatakan pekan lalu bahwa rincian pengiriman tersebut tidak akan lagi dipublikasikan, mungkin untuk menghindari intelijen Rusia melacak rute mereka.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya