JAKARTA - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi merespons soal kemungkinan penetapan awal puasa 1 Ramadhan 1443 Hijriah, yang berpotensi tidak sama dengan Muhammadiyah dan Nahdlatul ulama (NU) serta pemerintah.
"Perbedaan itu menjadi hal yang harus diterima dengan lapang dada," kata Zainut saat ditemui MNC Portal usai penutupan Musabaqah Hafalan Al-Qur'an dan Hadis (MHQH) Pangeran Sultan bin Abdul Aziz Alu Su'ud Tingkat Nasional ke-14, Jumat (25/3/2022)
BACA JUGA:Kemenag Gelar Rukyatul Hilal di 101 Titik Tentukan Awal Ramadhan, Ini Lokasinya
Menurutnya, perbedaan tersebut memang sering terjadi di Indonesia baik itu suku, ras, agama dan budaya. Sehingga ia yakin umat Islam di Indonesia memiliki rasa toleransi terhadap sesamanya terutama bagi mereka yang berbeda pandangan.
"Kita harus saling toleransi, karena perbedaan itu satu hal yang sudah terbiasa yang terjadi di Indonesia," tutur dia.
BACA JUGA:Wapres Maruf Amin: Ibadah di Bulan Ramadhan Sudah Bisa Dilakukan Seperti Biasa
Seperti diketahui, Muhammadiyah telah memperkirakan awal bulan puasa ramadhan akan jatuh pada Sabtu, 2 April 2022. Hal itu diputuskan dalam Kalender Islam Global 1443 H yang diterbitkan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Sementara NU dan Pemerintah belum merilis tanggal awal puasa 2022. Namun untuk NU nantinya akan menentukan awal ibadah puasa melalui pelaksanaan rukyatul hilal di 35 titik, sedangkan Pemerintah di 101 titik di seluruh Indonesia.
(Awaludin)