JAKARTA - Aliansi badan eksekutif mahasiswa se-Indonesia (BEM SI) melakukan aksi unjuk rasa menolak penundaan pemilu di kawasan patung kuda, Jakarta Pusat, Senin siang tadi.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum DPP Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah menilai gerakan demo mahasiswa ini menggambarkan fenomena keresahan masyarakat atas terselenggaranya demokrasi saat ini.
Dia menyampaikan, gerakan tersebut sebagai bentuk kegelisahan yang saat ini masih berjalan terkait isu mekanisme demokrasi yang berubah.
"Ini menjadi catatan, saya pikir, ketika mahasiswa dan masyarakat sudah mulai resah nampaknya juga akan muncul gelombang-gelombang yang cukup besar. Ini patut kita cermati kedepannya," tutur Ferry dalam tayangan langsung PrimeTime iNews, Senin (28/3/2022) pukul 21.10 WIB.
BACA JUGA:Partai Perindo Apresiasi Sikap PDIP Fokus Urus Minyak Goreng & Kedelai, Bukan Tunda Pemilu
Ferry yang merupakan mantan anggota Komisi Pemilihan Umum RI tersebut juga menekankan, gelombang people power itu menjadi gambaran nyata bagaimana masyarakat mulai serius menanggapi isu demokrasi tanah air. Baginya, proses penundaan pemilu ini patut dipertimbangkan kembali karena fenomena tersebut ditanggapi secara negatif oleh masyarakat.
"Wajar jika terjadi gelombang protes tersebut. Itu bentuk kegelisahan terkait dengan fenomena mekanisme demokrasi yang berkembang di mata masyarakat. Kita harus pikirkan ini bersama secara seksama," imbuh Ferry menegaskan.
BACA JUGA:Usai Dilantik, DPD Partai Perindo Morowali Siap Menangkan Pemilu 2024