Sehingga kata dia, proses seleksi itu yang akan menentukan apakah calon tersebut layak atau tidaknya bergabung menjadi prajurit TNI.
"Kan belum tentu diterima, selama memang tetap ada tes wawasan kebangsaan dan memastikan tidak terpapar pemikiran leninisme, komunisme, dan marxisme yang merupakan ajaran terlarang berdasar TAP MPRS No. 25/1996," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )