JAKARTA - Benny Moerdani tidak memiliki kantor dan tidak menjadi seorang komisaris seperti banyak kawannya sesama pensiunan militer. Benny lebih banyak menghabiskan hari-harinya dengan mengobrol bersama kawan-kawannya di CSIS, seperti Harry Tjan Silalahi, Clara, dan Jusuf Wanandi.
BACA JUGA: Benny Moerdani, "Anak Emas" 2 Presiden yang Kesepian di Usia Senja
Menurut Clara yang merupakan mantan sekretaris Benny, jika bertemu dengan geng CSIS, Benny seperti "hidup kembali". Benny banyak bertanya soal perubahan politik, kondisi negara, dan masalah dunia internasional kepada mereka.
Di kediamannya di Hang Lekir, Jakarta Selatan, Benny Moerdani ditemani sang istri, Theresia Hartini; anak tunggalnya, Irene Ria Moerdani; juga seorang perawat. Untuk berkomunikasi, ia dibantu lonceng, karena ketika itu hidupnya bergerak di atas kursi roda.
BACA JUGA: Kala Air Mata Benny Moerdani Tumpah Sampai Berikan Pesan Khusus ke Putrinya
Jenderal Kopassus yang tidak pernah kalah dalam berperang itu terpaksa mengandalkan lonceng jika ingin berkomunikasi dengan orang lain. Hal tersebut dikarenakan tubuh Benny yang kian hari semakin melemah, sehingga harus menggunakan kursi roda.
Meskipun tubuh Benny semakin lemah, ia tetap tak bisa berhenti merokok. Padahal komplikasi bronkitis dan stroke sudah melemahkannya.