Indonesia dan Panama Sepakat Perkuat Kerja Sama di Tiga Bidang Utama

Antara, Jurnalis
Kamis 07 April 2022 14:49 WIB
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menandatangani nota kesepahaman dengan Menteri Luar Negeri Panama Erika Mouynes di Jakarta, 7 April 2022. (Foto: Kemlu RI)
Share :

JAKARTA - Indonesia dan Panama bersepakat untuk memperkuat kerja sama di tiga bidang utama, kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, saat penandatangan nota kesepahaman dengan Menteri Luar Negeri Panama Erika Mouynes, Kamis (7/4/2022).

“Selama pertemuan, kami fokus pada pembicaraan di tiga area penting yang harus digali untuk dikerjasamakan lebih lanjut. Pertama, kerja sama bidang kesehatan,” kata Retno dalam acara itu yang digelar secara virtual di Jakarta.

BACA JUGA: Begini Upaya KBRI Panama Tingkatkan Hubungan Perdagangan dan Investasi Indonesia-Panama

Menurut dia, 2022 seharusnya menjadi tahun pemulihan dari pandemi dan vaksin berperan sangat penting.

Kedua negara menyepakati pentingnya kesetaraan akses pada vaksin dan vaksinasi, terutama untuk memenuhi target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 70 persen dari total cakupan vaksinasi hingga pertengahan 2022, khususnya di negara berkembang dan kurang berkembang.

Retno menekankan komitmen Indonesia untuk berkontribusi pada penguatan arsitektur kesehatan dunia dan menempatkannya sebagai salah satu isu prioritas dalam Presidensi G20.

Selain itu, lanjut dia, Presiden Joko Widodo juga akan menjadi salah satu ketua bersama dalam KTT COVAX AMC pada 8 April 2022 yang mencerminkan komitmen kuat Indonesia untuk mendukung fasilitas distribusi vaksin itu.

Bidang kedua, kata Retno, adalah pemulihan ekonomi pascapandemi.

BACA JUGA: Dubes Sukmo: Panama Miliki Peran Penting Bagi Indonesia

“Saya menyambut kemajuan kerja sama ekonomi bilateral dan berkomitmen untuk bekerja lebih keras dalam memperkuat kerja sama kita,” katanya.

Meskipun di tengah pandemi, nilai perdagangan Indonesia-Panama pada 2021 naik sebesar 59,05 persen atau senilai lebih dari USD170 juta (Rp2,4 triliun) dibandingkan USD109 juta (Rp1,5 triliun) pada 2020.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya