Indonesia dan Panama juga sepakat untuk menggali langkah-langkah untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan mendekatkan sektor swasta kedua negara melalui Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC) dan mengundang sektor bisnis Panama untuk menggunakan INA-Access, wadah digital untuk menggali kesempatan perdagangan dan investasi.
Selain itu, kedua negara juga setuju untuk meningkatkan akses pasar untuk produk Indonesia, seperti perikanan, obat-obatan dan garmen.
Retno juga merespon secara positif terkait pencabutan Indonesia dari daftar terbatas Panama guna mempercepat proses pengajuan visa bagi warga Indonesia dan meningkatkan interaksi lebih dekat antara kedua warga negara, termasuk kalangan bisnis.
Bidang kerja sama ketiga, kata Retno, yakni pemberdayaan perempuan yang peran pentingnya tidak dapat dipisahkan dari pandemi Covid-19 dan pemulihan pandemi.
“Berinvestasi untuk perempuan berarti berinvestasi untuk masa depan,” katanya.
Dalam kesempatan sama, Menlu Panama Mouynes menyambut baik kesepakatan kerja sama dalam tiga bidang utama tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Kami sangat antusias untuk melakukan agenda-agenda kami dalam tiga pilar utama tersebut. Kami menghargai kesempatan dengan peran kepemimpinan yang kami punya di wilayah Amerika dan kepimpinan Indonesia di wilayahnya,” kata Mouynes.
(Rahman Asmardika)