Terkait koordinasinya sendiri, Komarudin menjelaskan para pelajar tersebut lakukan komunikasi lewat WhatsApp dan jejaring aplikasi pesan singkat lainnya.
Pada saat diamankan, sebagian besar para pelajar diamankan ketika saat naik angkot bahkan ada yang tertangkap ketika sedang menunggu rekan-rekannya. “Ada yang naik angkot, ada yang menumpang, ada yang masing menunggu kawan-kawannya, ini yang kita amankan,” paparnya.
Dari hal tersebut, dengan tegas dia akan terus menelusuri kasus ini. Pihaknya pun menyayangkan terjadinya hal demikian terhadap para pelajar.
“Ini yang sedang kami telusuri siapa yang ajak mereka, sehingga sangat disayangkan anak-anak seusia mereka terutama pelajar diajak untuk lakukan aktivitas ke Jakarta,” tandasnya.
(Angkasa Yudhistira)